6 Kelompok Orang yang Paling Rentan Tertular Virus Corona

Virus corona atau covid-19 diketahui bisa dengan mudah menular dari satu orang ke orang lainnya.

Penularan virus yang berasal dari Wuhan, China itu dapat terjadi melalui droplet atau partikel kecil dari mulut (air liur) penderita yang mengandung mikroorganisme penyebab penyakit.

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dr. Jatu Aphridasari, Sp.P(K), FISR, mengatakan virus corona bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga orang lanjut usia (lansia).

Oleh sebab itu, semua orang patut mewaspadai penyakit akibat virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Namun jika dilihat dari segi keterjangkauan, menurut dia, ada 6 kelompok orang yang tergolong paling rentan tertular virus corona.

Mereka di antaranya, yakni:

  1. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus
  2. Orang yang merawat atau menunggu pasien di ruangan
  3. Orang yang tinggal serumah dengan penderita covid-19
  4. Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan penderita covid-19
  5. Orang yang bepergian dalam satu alat angkut
  6. Orang yang bekerja bersama dengan penderita covid-19

Jatu menyebut enam kelompok orang tersebut sebagai kelompok kontak erat.

Kontak adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan dengan penderita covid-19.

Selain itu, predikat kontak erat juga bisa disematkan kepada mereka yang telah berkunjung dengan bercakap-cakap dalam radius 1 meter dengan pasien dalam pengawasan, probabel maupun konfirmasi.

Baca Juga  Cara Packing Barang yang Tepat Jaga Barang Aman dan Antirusak Saat Diterima Pembeli

Jatu menjelaskan pasien dengan pengawasan adalah seseorang yang mengalami beberapa gejala sebagai berikut:

  • Demam kurang lebih dama dengan 38 derajat celsius
  • Ada riwayat demam atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) tanpa pneumonia
  • Memiliki riwayat perjalanan ke negara atau daerah yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala

Sedangkan pasien probable iadalah pasien dalam pengawasan yang diperiksa untuk covid-19, tetapi tidak dapat disimpulkan (inkonklusif) atau seseorang dengan hasil konfirmasi positif pan-corona virus atau beta-corona virus.

Sementara, pasien konfirmasi adalah seseorang yang terinfeksi covid-19 dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif.

“Kontak dengan orang yang baru datang dari negara atau daerah yang terjangkit jelas bisa juga meningkatkan risiko seseorang terkena virus ini,” jelas Jatu saat diwawancara Kompas.com, Senin (2/3/2020).

Hi There, Our representatives we will get back to you as soon as possible.

Chat on WhatsApp